Mengamati Perekonomian Negara

Jangan sampai gelombang besar kedua penularan akan menjadi sejarah di tanah air. Mengingat kasus positif corona belum mengalami penurunan yang signifikan akibat kebijakan yang dikeluarkan belum tepat. Dengan bantuan dari pemerintah dalam program sosial ini, diharapkan dapat mempercepat Indonesia menjadi negara maju dengan kualitas SDM yang unggul. Dengan peningkatan kualitas SDM yang unggul ini pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pada pertengahan abad ke-18, lahirlah paham baru yang dinamakan liberalisme dari Adam Smith (1723 – 1790) di Inggris.

Maka sebelum terjadi kerawanan sosial yang menimpa masyarakat, perlu berbagai langkah antisipasi. Pilihan apapun yang diambil pemerintah dalam menyikapi mewabahnya Covid-19 pasti akan memiliki konsekuensi yang akan berdampak pada aspek kehidupan masyarakat. Pada konteks tulisan kali ini saya mencoba menguraikan beberapa dampak sosial akibat mewabahnya Covid-19 dan berbagai langkah yang perlu diambil pemerintah, masyarakat, dan mahasiswa untuk mengatasi semua hal itu.

Jika ekonomi international dan sektor perdagangan terganggu, maka kita perlu fokus kepada ekonomi domestik. Instrumen yang paling efektif untuk itu adalah mendorong permintaan domestik melalui fiskal. Hal yang terpenting saat ini dalam kondisi Covid-19 pendidikan harus tetap berlangsung seefektif mungkin karena pendidikan merupakan bagian terpenting dari proses pembangunan nasional yang bermula dari pendidikan keluarga.

Mengamati perekonomian negara

Virus covid-19 di Indonesia pertama kali ditemukan sekitar awal atau pertengahan Maret. Karena pada saat itu muncul isu-isu mengenai Covid-19 yang mulai meluas dari Wuhan ke Jepang, Korea dan Negara Singapura yang paling dekat dengan Indonesia. Sehingga penurunan ini menyebabkan IHSG kita mengalami penurunan sampai di bawah stage 4000. Sebelum adanya pandemi Covid-19, kondisi perekonomian global masih menunjukkan pertumbuhan yang positif.

Dengan demikian kita tidak gampang menuduh faktor eksternal menjadi biang kegaduhan perekonomian dalam negeri hanya ketika kondisinya memburuk, namun juga siap mengakui bahwa faktor eksternal menjadi penolong perekonomian domestik ketika kondisi ekonomi membaik. Ditambah lagi virus ini belum memiliki obat pencegahan ataupun vaksin yang bisa diproduksi dalam manangani Covid-19. Maka perlu menjadi pertimbangan pemerintah ketika memberikan kelonggaran aktivitas, menuju kehidupan new normal secara bertahap dan berangsur-angsur yang tersusun sistematis dengan baik, mungkin bisa menekan laju penyebaran virus dan dapat berdamai dengan corona. Kelima, pemerintah harus memberikan pinjaman kredit dengan bunga rendah bagi pelaku usaha serta pemerintah harus memberikan keringanan pajak untuk jalur ekspor-impor. Ditambah lagi dengan kesadaran pemerintah untuk memberikan potongan kredit listrik, air, dan kendaraan yang digunakan sebagai penggerak roda ekonomi yang sudah lama dicicil, jangan sampai kendaraan mereka akan hilang ditarik penagih biaya kreditan. Ekonomi kian meredup, dan potensi pendapatan rumah tangga mengalami penurunan yang sangat signifikan.

Asumsi inilah yang menjadi piranti keyakinan akan kehebatan pasar dalam menyelesaikan semua persoalan ekonomi. Peraturan Presiden No. 38 Tahun 2015 tentang KPBU memberikan landasan hukum atas pembayaran ketersediaan layanan . Availability cost adalah pembayaran secara berkala oleh PJPK kepada badan usaha atas tersedianya layanan infrastruktur yang sesuai dengan kualitas dan kriteria yang telah ditentukan dalam kontrak KPBU. Availability payment diharapkan dapat meningkatkan kelayakan proyek untuk menarik minat investor.

Akan tetapi, dibalik itu semua banyak pihak yang percaya bahwa penyebab krisis pada waktu itu ada pada kepercayaan dan keyakinan . Joseph E. Stiglitz, penerima Nobel di bidang ekonomi 2001, berpendapat bahwa krisis keuangan world berawal dari runtuhnya keyakinan para pelaku pasar terhadap perekonomian world. Lebih lanjut, Stiglitz juga menyatakan bahwa pasar keuangan bergantung pada kepercayaan dan kepercayaan telah mengalami erosi. Pertama, deregulasi ekonomi dengan pencabutan aturan-aturan perdagangan, perpajakan dan intrumen hukum yang mendukung keduanya. Kedua, liberalisasi pasar dengan mendorong negara-negara dunia ketiga untuk ikut serta dalam perdagangan bebas dunia agar sistem perekonomian dan keuangan mereka dapat terintegrasi dengan mudah ke dunia internasional.

Dalam kasus batubara, analisa ini dilakukan dengan memilah saham yang diuntungkan dari peningkatan permintaan batubara dari China. Itulah beberapa level kata kunci yang dapat dipikirkan bersama dan menata kembali gerakan mahasiswa serta menjalankan peran dan fungsinya di tengah pandemi. Bayangkan kalau masyarakat, seperti pegawai casual, pedagang kecil-kecilan, orang yang kerjanya serabutan, dan para pekerja jalanan, yang standing sosialnya menengah kebawah, tentu mereka sangat rentan dengan kemiskinan. Satu hari saja mereka tidak bekerja, maka tidak ada yang dapat dimakan untuk hari itu dan esoknya.

Berbeda dengan islam, selain ilmu ekonomi islam digali dari realitas-realitas kehidupan manusia, tetapi kedudukan wahyu tidak bisa dinafikkan. Setelah dilakukan penelitian dan observasi untuk mengetahui realitas yang ada, kemudian dipadukan dengan wahyu (Al-qur`an) agar ilmu yang ada tidak membuang nilai-nilai ethical dan agama. Jasa layanan kesehatan dan produk kesehatan merupakan salah satu kebutuhan yang penting dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, para tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, apoteker hingga karyawan pusat kesehatan berada di garda terdepan untuk menjamin kesehatan masyarakat, terlebih ditengah pandemi covid 19 terjadi di berbagai belahan dunia seperti saat ini. Berbagai latar berlakang tersebut menjadi alasan yang membuat bisnis kesehatan baik jasa layanan kesehatan maupun obat-obatan termasuk salah satu yang bertahan di masa pandemi ini.